Air Merembes Ke Lantai Rumah? Atasi dengan Cara Ini

November 29, 2021 by - Tips

Ketika musim hujan mungkin banyak masalah yang sering terjadi seperti banjir, longsor, atau bahkan juga lantai rumah yang rembes atau nat keramik. Biasanya, air yang merembes ke lantai ini disebabkan karena usia nat keramik yang sudah tua. Sehingga, membuat lantai menjadi semakin terkikis dan akibatnya rembes.

Penyebab lain munculnya celah yang membuat air masuk ke dalam adalah binatang kecil seperti cacing, yang membuat kondisi nat keramik menjadi semakin parah. Tanda lantai rumahmu rembes yaitu nat keramik terlihat bercak-bercak air yang melimpah hingga ke permukaan. Jika sudah seperti ini harus segera ditanggulangi, cara mengatasi lantai rumah yang rembes terbilang relatif mudah berikut penjelasannya.

Cara Mengatasi Lantai Rumah yang Rembes

Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi air yang merembes ke lantai rumah, kamu bisa mencobanya untuk mengatasi masalah ini.

1. Pastikan tidak ada genangan air

Lantai yang bocor bisa juga disebabkan karena rumah berbatasan langsung dengan lahan atau tanah yang terbuka. Tanah yang terbuka ini sangat berpotensi untuk mengalami rembes. Seperti di samping rumahmu adalah ladang atau kebun, kemungkinan terjadinya rembesan akan semakin besar.

Kondisi seperti ini jika dibiarkan saja akan menjadi semakin parah. Apalagi ada cekungan yang bisa menimbulkan genangan air, jadi berhati-hati jika rembesannya akan semakin parah. Periksa kondisi sekeliling rumahmu dan pastikan tidak ada genangan air.

2. Tinggikan lantai jika memungkinkan

Cara yang kedua untuk mengatasi rembesan keramik adalah dengan meninggikan lantainya. Rembesan lantai bisa saja terjadi karena tingginya muka air tanah yang terlalu dangkal. Hal ini menjadikan jarak antara permukaan lantai dengan air di dalam tanah hampir mendekati keramik.

Kondisi ini dapat membuat air dalam tanah meresap melalui pori-pori sehingga akhirnya tembus ke lantai. Kamu bisa menaikkan permukaan lantai kira-kira sekitar 10 sampai 30 cm dari sebelumnya.

3. Periksa saluran pipa air

Saluran pipa air ini biasanya dipasang secara tersembunyi seperti di dalam tanah, tujuannya supaya menjadi lebih rapi dan tidak berantakan. Selain itu, juga mengamankan pita dari gangguan-gangguan yang bisa merusaknya. Kamu bisa mengecek apakah ada kebocoran pada saluran air untuk mengatasi masalah lantai yang rembes.

Biasanya pipa air yang ditanam di lantai memiliki resiko lebih cepat rusak karena sering mendapat tekanan. Bila terdapat kebocoran maka segeralah untuk memperbaikinya supaya lantai tidak terjadi rembes kembali.

4. Tambal nat yang rusak

Kamu bisa menambal nat yang rusak untuk mengatasi lantai rembes. Nat yang rusak dapat menjadi celah bagi air untuk masuk atau merembes ke lantai melalui pori-pori yang ada. Segeralah memperbaiki masalah tersebut dengan menggunakan bahan nat yang khusus.

5. Aplikasikan bahan waterproofing

Untuk memaksimalkan semua langkah tadi, jangan lupa untuk menambahkan bahan waterproofing. Ini merupakan cara yang paling ampuh untuk mengatasi masalah lantai yang rembes. Zat aditif yang terdapat pada bahan waterproofing berguna untuk mencegah meresapnya air melalui pori-pori.

Waterproofing digunakan untuk mencegah air masuk ke dalam lantai. Dengan menggunakan bahan ini, maka kemungkinan air merembes ke lantai adalah nol. Lapisan dasar yang baru juga dilapisi dengan waterproofing, kemudian tutup kembali dengan keramik baru. Pilihlah jenis keramik yang sesuai dengan fungsi ruang sesuai dengan rencana awal, supaya kualitas penutup lantai lebih terjamin.

 

Tips melapisi waterproofing di area rembesan air

Mungkin sebagian orang masih bingung mengenai bagaimana melepaskan waterproofing di area rembesan yang benar. Nah, berikut adalah tips melapisi waterproofing di area rembesan.

1. Bebas debu

Pastikan permukaan bidang yang akan diberi lapisan waterproof bersih dari debu ataupun minyak. Untuk permukaan yang baru, kamu bisa membersihkannya dengan sikat kawat halus diikuti dengan membersihkan debu yang menempel. Sedangkan untuk permukaan lama yang telah dicat sebelumnya, maka lapisan cat yang lama harus dikerok terlebih dahulu.

2. Permukaan bidang (substrat) harus kering dan tidak rapuh

Substrat yang rapuh harus diperbaiki terlebih dahulu. Caranya dengan membuat plesteran yang baru dan dicampurkan  dengan bonding agent (bahan perekat).

3. Jangan saat terik matahari menyengat

Saat permukaanya sudah bersih, maka bahan waterproofing bisa langsung diaplikasikan. Sebaiknya, jangan mengaplikasikan waterproofing pada permukaan yang panas atau dalam kondisi cuaca yang panas. Tunggu sampai udara sedikit teduh, kamu bisa membahasai substrat dengan sedikit air tetapi jangan sampai basah.

4. Ikuti petunjuk pemakaian di kemasan

Kamu bisa mengikuti petunjuk yang terdapat di belakang kemasan. Pemberian waterproofing sebaiknya dilakukan sebanyak 2 kali. Pengolesan kedua dilakukan setelah pengolesan yang pertama cukup kering dengan arah yang berlawanan. Pengaplikasian bahan ini bisa menggunakan kuas atau rol.

5. Tunggu hingga benar-benar kering

Bidang substrat berfungsi sebagai penampung air, seperti halnya bak mandi. Sehingga baru bisa digunakan jika sudah benar-benar kering.

Jika furniture rumah Anda terkena dampak rembesan air tadi dan menjadi kotor, terutama karpet. Anda bisa membersihkannya dengan menggunakan jasa cuci karpet Bandung. Layanan ini akan membantu Anda dalam membersihkan segala perlengkapan rumah yang sudah kotor akibat dari rembesan air tadi.